Menjadi Kontributor pada "Encyclopaedia of the Qur'an Online", Dosen IAT Memperkuat Tren Kajian Tafsir 2026

YOGYAKARTA — Publikasi ilmiah dosen terus menjadi tolok ukur utama dalam melihat dinamika serta kontribusi akademik perguruan tinggi di kancah nasional maupun internasional. Prodi Ilmu Al Quran dan tafsir pada akhir semester genap 2026 mempublikasikan Rekapitulasi data publikasi dosen pada Semester Genap 2026. Rekapitulasi menggambarkan bagaimanajajaran akademisi menunjukkan performa riset yang produktif melalui berbagai bentuk karya tulis, mulai dari jurnal terindeks, artikel ilmiah, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Dominasi Sitasi dan Riset Paling Berpengaruh

Di antara puluhan publikasi yang tercatat, terdapat satu karya yang secara signifikan mendominasi angka sitasi dan disimpulkan sebagai riset paling berpengaruh pada periode ini. Karya tersebut ditulis oleh Dr. Phil. Fadhli Lukman, M.Hum, dengan judul “The Indonesian Ministry of Religious Affairs” yang dipublikasikan sebagai bagian dari Encyclopaedia of the Qur'an Online.Riset ini berhasil mengumpulkan hingga 605 sitasi. Dengan catatan, mengikuti sitasi dari Ensiklopedia yang tersebut di atas. Ini adalah sebuah pencapaian luar biasa yang mengukuhkan posisi karya tersebut sebagai rujukan utama berskala global dalam kajian studi Al-Qur'an, dinamika kelembagaan Islam, serta peran negara di Indonesia.

Peta Pendanaan Riset: Luar Negeri vs Dalam Negeri

Dari sudut pandang pembiayaan, rekapitulasi riset periode ini memperlihatkan lanskap yang menarik antara dukungan pendanaan internasional dan domestik. Skema pembiayaan luar negeri berhasil melahirkan karya-karya bertaraf internasional yang berdaya jangkau luas. Dr. Phil. Fadhli Lukman, M.Hum menjadi akademisi yang memelopori kategori ini lewat riset-riset bereputasi, termasuk artikelnya bertajuk Conflicting Interests in the Creation of a State-Authorised Translation: Comparing the Saudi and Indonesian Editions of Al-Qur'an dan Terjemahnya yang terbit di Journal of Qur'anic Studies dengan perolehan 11 sitasi, di samping kontribusi ensiklopedianya yang meraih angka sitasi tertinggi.
Sementara itu, mayoritas publikasi dosen pada semester ini ditopang oleh skema pembiayaan dalam negeri. Meski berfokus pada pendanaan nasional, kualitas dan dampak ilmiah yang dihasilkan tetap bersaing tinggi. Beberapa riset unggulan dalam negeri yang mencatatkan sitasi signifikan antara lain kajian Prof. Dr. Ahmad Baidowi, M.Ag mengenai Localizing the Qur'an in Javanese pesantren yang meraih 26 sitasi, riset Prof. Dr. Abdul Mustaqim, M.Aq bertajuk Paradigm Shifts in Gender Narratives of Tafsir al-Ibrīz dengan 25 sitasi, studi Prof. Dr. Afdawaiza, M.Ag tentang Catalyzing Muslim women-owned Halal SMEs dengan 20 sitasi.

Tren Kajian: Studi Al-Qur'an dan Tafsir Paling Populer

Ditinjau dari aspek keilmuan, Studi Al-Qur'an dan Tafsir—khususnya yang menggunakan pendekatan kajian tematik, hermeneutika, serta hermeneutika lintas budaya dan lokal—menjadi kategori riset yang paling populer dan mendominasi seluruh publikasi.
Secara umum, alur pembahasan para dosen berfokus pada tiga ranah utama. Pertama, ranah tafsir lokal,gender, dan respon studi tafsir atas isu sosial yang menjelajahi pergeseran narasi gender, reinterpretasi ayat-ayat sosial seperti jilbab, hingga upaya membangun konstruksi keluarga sakinah di masyarakat modern. Kedua, ranah lokalitas dan historiografi yang mengangkat kekayaan tradisi lokal dan sejarah Islam Nusantara, seperti pengaruh penggunaan kitab tafsir Al-Ibrīz dan Al-Iklīl di lingkungan pesantren Jawa. Ketiga, ranah wacana kontemporer dan kajian komparatif yang mengulas evolusi makna istilah keagamaan seperti perubahan makna kata 'Kafir' secara diakronis, tafsir ekologi, hingga perbandingan kebijakan tafsir resmi negara antara Indonesia, Arab Saudi, dan Turkiye.
Selain fokus utama pada studi Al-Qur'an, warna publikasi ilmiah dosen yang variatif pada semester ini mempertegas komitmen para akademisi untuk terus menghadirkan riset yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga relevan bagi perkembangan masyarakat dan keilmuan global.SKD