Khataman Kitab 'Muqaddimah fi Ushul al-Tafsir' Karya Ibn Taimiyyah

Senin, 21 November 2016, Pusat Studi al-Qur’an dan Hadist (PSQH) bekerja sama dengan Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir (IAT) telah melaksanakan khataman kitab Muqaddimah fi Ushul al-Tafsir di Kantor PSQH Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam. Kajian yang diampu oleh Syekh Abdul Jalil, S.TH.I., M. SI, salah satu dosen Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir ini, sudah berlangsung sejak 7 Maret 2016 lalu dan diikuti oleh mahasiswa. Dalam beberapa kesempatan, beberapa dosen muda juga turut hadir mengikuti pengajian.
Alasan kitab ini dipilih untuk dikaji adalah karena penjelasan yang ada dalam kitab ini tidak berbicara seluruh aspek – al-dunya wa ma fiha – Ulumul Qur`an dan Tafsir. Ibn Taimiyah hanya menampilkan prinsip-prinsip umum yang harus dipegangi oleh para penafsir dan pengkaji al-Qur`an. Memegangi prinsip ini penting untuk memahami makna al-Qur’an secara benar dan membedakan penafsiran yang benar dan salah. Inilah yang menjadi poin utama kitab ini, yaitu bagaimana barometer dalam memahami al-Qur`an yang tepat.
Berangkat dari poin tersebut, ada lima aspek yang dibahas dalam kitab ini. Pertama, penjelasan Rasul Saw terkait makna dan lafaz al-Qur`an kepada sahabat. Kedua, perbedaan variatif dan kontradiktif dalam tafsir generasi salaf (sahabat dan tabi’in). Ketiga, sebab-sebab terjadinya perbedaan dari aspek riwayat dan penalaran. Keempat, metode tafsir yang terbaik. Kelima, penjelasan tentang tafsir dengan menggunakan al-ra’y.
Terdapat tiga keistimewaan Ibn Taimiyyah yang jarang ditemui pada ulama sezamannya. Beliau adalah sosok yang tegas, sangat berhati-hati dalam mengambil riwayat, dan tidak mudah menyederhanakan masalah. Terlebih dari itu, sikap kritis dan objektif beliau patut dicontoh.
Sebagaimana dituturkan Syekh Abdul Jalil, pembacaan kitab/turast hingga khatam sebagaimana metode di pesantren seperti ini perlu dibudayakan di kalangan Universitas. Ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menguatkan data klasik, sehingga para mahasiswa tidak hanya mengawang-awang ketika bicara perkembangan kontemporer dikarenakan miskin data. Satu minggu sebelum diselenggaraknya khataman, PSQH juga mengadakan Sayembara Penulisan Review Kitab Ibn Taimiyyah. Pada kesempatan khataman pagi tadi, Syekh Abdul Jalil mengumumkan review terbaik, yang diberikan kepada Rahmatullah, Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir semester 7.
Setelah prosesi khataman selesai, Syekh Abdul Jalil langsung melanjutkan dengan membaca pembukaan kitab Al-Fauz al-Kabir fi Ushul al-Tafsir karya Syaikh Waliyullah Al-Dihlawi. Sebagaimana dituturkan beliau, tradisi ini didapatkan ketika beliau belajar di Mekkah. Setiap khataman membaca sebuah kitab, ustaz akan membaca pembukaan kitab lain dengan niatan agar tidak berhenti belajar. Beliau melanjutkan dengan menyampaikan hadis-hadis musalsal. Acara ini diakhiri dengan doa yang langsung dipimpin oleh beliau. Harapan kedepanya kegiatan pengajian kitab seperti ini dapat terus berlangsung dan dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa Ilmu al-Quran dan Tafsir.
(‘Ainatu Masrurin/Mhs IAT)