Kajian Qiraat QS. al Hujarat : PPL IAT IAIN Salatiga

Program Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga memasuki hari kedua tanggal 13 Agustus 2019, bekerjasama dengan IAT UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, LSQH UIN Sunan Kalijaga, dan PP. LSQ Ar-Rohmah Yogyakarta. Salah satu materi yang disampaikan hari ini adalah Kajian qiraat Surat Al-Hujurat oleh Bapak Abdul Jalil Muhammad, S.Th.I, M.S.I, dosen qiraat IAT UIN Sunan Kalijaga dan dimoderatori oleh Rahmatullah, S.Ag, Associate Researcher LSQH.
Sebelum masuk dalam kajian qiraat Surat Al-Hujurat, beliau membawa peserta PKL untuk mengenal dasar-dasar kajian qiraat, mulai dari definisi, sejarah, ruang lingkup, dan ulama-ulama yang membahas secara intensif seputar kajian ini. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa qiraat sebagai salah satu alat bantu untuk memahami Alquran dan juga mengambil hukum (istinbath al-hukm).
Setelah mengenalkan dasar-dasar ilmu qiraat, para peserta diajak menganalisis qiraat Surat Al-Hujurat dengan merujuk kitab Mu’jam al-Qira`at al-Qur`aniyyah ma’a Muqaddimah fi al-Qira`at wa Asyhur al-Qurra`. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa perbedaan qiraat ada yang berimplikasi pada tafsir dan istinbath, ada juga yang tidak. Misalnya dimensi imalah, idgham, naql, dll tidak berimplikasi pada penafsiran. Untuk kajian saat ini, qiraat yang dipilih adalah qiraat-qiraat yang berimplikasi pada pemaknaan ayat.
Selain itu, Pak Abdul Jalil juga memberikan banyak informasi seputar karya-karya ulama dalam kajian qiraat. Ini menjadi dorongan bagi para peserta untuk lebih akrab dengan kitab-kitab ulama terdahulu, baik dalam kajian qiraat maupun ulum Alquran secara umum. Harapannya dalam menulis karya tulis dari Surat Al-Hujurat dapat merujuk pendapat-pendapat ulama qiraat dan tafsir terdahulu sebagai basis pijakan penelitian dan kontekstualisasinya (Rahmat Al-Barawi).