Gandeng LSQH dan Prodi Ilha, Prodi IAT Adakan Workshop Digitalisasi al-Qur’an dan Hadis

Selama dua hari sejak Kamis dan Jum’at tanggal 8 dan 9 Mei 2019, Prodi IAT, menggandeng LSQH dan Prodi Ilmu Hadis (ILHA)mengadakan wokrshop Digitalisasi al-Qur’an dan Hadis. Setidaknya kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari kedua prodi tersebut dan membership aktif LSQH dan mendatangkan dosen UNU Yogyakarta Bambang Arianto.Narasumber lain adalah alumni Yogyakarta pemilik akunmuslimvirtual.coVedy Santoso, S.Sn., M.Sn. dan Dr. Ahmad Rafiq, MA selaku direktur eksekutif LSQH.
Sebelum kegiatan workshop dimulai dijelaskan maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini oleh direktur eksekutif LSQH, Ahmad Rafiq. Beliau menjelaskan secara luas tentang respons ajaran Islam sebagaimana dalam al-Qur’an dan Hadis di kalangan ummat Islam dalam sejarahnya baik di masa awal sampai sekarang. Kenyataan tersebut menghasilkan beragam bentuk pemahaman yang dikenal dengan yaitu informatif dan performatif. Pemahaman ini adalah untuk melengkapi adanya beragam pemahaman atas ajaran Islam sebagaimana yang terlihat dalam defenisi baik dari atas defenisi al-Qur’an dan defenisi Hadis yang cakupannya sangat terbatas. Selain itu juga untuk menjadikan pengembangan bentuk pemahaman yang substantif atas ajaran Islam melalui fungsi keduanya yakni petunjuk sesuai sabda Nabi Muhammad saw.
Pembicara berikutnya adalah Bambang Arianto, yang merupakan pelaku buzzer di medos. Beliau menjelaskan beragam karakter dari medsos baik di facebook, instagram, youtube dan lainnya. Selain itu dijelaskan beragam warganet yang terdiri atas follower, buzzer dan inflencer. Kedua bentuk tersebut dari ketiga warga net merupakan bagian dari upaya memviralkan sesuatu atau kata lain trending topik diperlukan sehingga jika hanya menjadi follower maka hanya sebagai pengguna pasif medos. Diprelukan kepemilikan akun yang aktif dengan banyaknya pengikut selain itu juga menyediakan konten yang sangat disukai warganet yaitu konten informasi yang baik dan terkadang lucu dan mengena.
Pembicara selanjutnya menjelaskan cara membuat vidoe yang baik yang agar dapat menjadi sajian terbaik bagi warganet. Dalam sebuah PT khusus mengkaji video dapat dilakukan beberapa semester dan beberapa pertemuan. Oleh karenanya, tidak mungkin dalam rentang singkat dapat menjelaskan videomaker. Dalam kesempatan ini juga ditunjukan hasil kreasi pemateri yang sudah terbiasa dalam pembuatan video yang dapat dikases di akunmuslimvirtual.co. tentu saja, untuk mendapatkan hal yang disukai warganet diperlukan kreativitas dalam pembuatan video tersebut antara lain atas konten di dalamnya dan durasi waktu yang tidak terlalu panjang maksimal dalam tiga menit. Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan buka bersama dengan peserta dan narasumber yang hadir dalam kesempatan kegiatan ini. (MAS)