Prodi IAT dan Ilha Adakan Pelatihan Pengelolaan Online Journal System (OJS)

Online Journal System (OJS) adalah sistem digitalisasi jurnal-jurnal akademik. Sistem ini sangat membantu bagi para akademisi baik kalangan mahasiswa, yang diuntungkan dengan kemudahan sebagai bahan bacaan dan referensi, maupun bagi para dosen, dengan kemudahan sebagai wadah publikasi keilmuan mereka. Program Studi Ilmu-Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Ilmu Hadis (Ilha) membaca peluang ini untuk meningkatkan mutu jurnal jurusan di dunia digital. Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Quran dan Hadis dari IAT dan Jurnal Living Hadis dari Ilha saling bekerja sama dalam satu visi dan misi.

Berkembangnya zaman memberi tuntutan untuk mengikuti arus tersebut. Gerak cepat ini adalah wujud melek digital dari kalangan akademisi IAT dan Ilha. Untuk memenuhi visi dan misi publikasi dalam bentuk jurnal, tim pengelola menjadi pemeran utama di balik layar. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan mutu OJS milik kedua Prodi ini.

Pelatihan ini berlangsung di Ruang Smart Room yang dilaksanakan selama dua hari (2-3/5) dan diikuti oleh 30 mahasiswa. Bersama para dosen pengelola jurnal dan dibantu oleh beberapa mahasiswa relawan pengelola lama, pelatihan berlangsung dengan lancar. Para relawan baru dijelaskan bagaimana sistematika pengelolaan jurnal yang begitu rumit. Dibutuhkan tim yang solid dalam mengelola jurnal yang baik. Oleh karena itu, tujuan adanya pelatihan ini adalah melahirkan sumber daya mahasiswa dalam pengelolaan OJS.

Proses pengelolaan jurnal membutuhkan waktu yang tidak singkat. Sejumlah 30 anggota dibagikan tugas masing-masing demi mengoptimalkan proses yang berjalan. Dimulai dari manager jurnal, sekretaris, dan editor. Semua bagian memiliki peran penting dan saling berkaitan antara satu sama lain. Dengan segala proses pengelolaaan yang ada, jurnal yang lolos akan diterbitkan dalam rentang waktu minimal enam bulan.

Proses pelatihan berjalan dengan kondusif dan para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Di hari pertama dijelaskan bagaimana runtutan pengelolaan tulisan mentah masuk hingga menjadi matang setelah melalui beberapa proses. Penyeleksian apakah tulisan yang masuk pantas diterbitkan atau tidak juga memiliki beberapa prasyarat yang diberikan dari pihak pengelola. Semua hal ini bertujuan untuk melahirkan jurnal berkualitas dan dapat diakui oleh masyarakat akademis. Di hari itu juga para peserta mempraktikkan langsung bagaimana cara mengedit tulisan untuk dijadikan tulisan yang matang.

Di hari kedua dibuka dengan penjelasan bagaimana mengelola referensi. Referensi dilakukan baik dengan manual di microsoft word ataupun dengan aplikasi zotero. Bersama para anggota lama, para anggota baru dituntun bagaimana mengolah tulisan yang masuk. Referensi termasuk bagian yang vital dalam tulisan. Lalu kemudian pelatuhan dilanjutkan dengan praktik editing kembali meneruskan dari hari pertama.

Dua hari pelatihan dilaksanakan yang menunjukkan keseriusan para relawan pengelola jurnal untuk senantiasa meningkatkan mutu jurnal. Sikap melek digital ini memberi dampak besar terhadap kualitas jurusan dan ilmu pengetahuan umumnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengayaan soft skill kawan-kawan relawan terkait penulisan ilmiah, managemen referensi dan OJS. Gerak cepat seperti ini sangat diperlukan di zaman sekarang mengingat banyak pemahaman yang salah terhadap Alquran dan Hadis. Kedua jurusan ini harus menjadi garda terdepan dalam publikasi pemahaman Alquran dan Hadis. (Arju)