International Exposure Mahasiswa International Undergraduate Program IAT UIN Sunan Kalijaga: Mengkaji Teks Al-Qur’an tentang Perang dalam Konteks Kontemporer bersama Dr. Ahmad al-Dawoody

Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan *International Exposure* bagi mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) dalam bentuk *Guest Lecture* dengan menghadirkan Dr. Ahmad al-Dawoody, Legal Adviser of the International Committee of the Red Cross (ICRC), Geneva, Switzerland.

Mengangkat tema **“Islamic Law on War: Reading Quranic Text on Contemporary Context”**, kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik internasional untuk memahami bagaimana teks-teks Al-Qur’an berbicara tentang perang, kemanusiaan, dan prinsip-prinsip etika dalam menghadapi konflik bersenjata di dunia kontemporer.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Prof. Dr. Robby Habiba Abror, M.Hum., serta dihadiri oleh Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Subkhani Kusuma Dewi, M.A., Ph.D., para dosen IAT, dan mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) IAT. Bertindak sebagai *host* dalam kegiatan ini adalah Aida Hidayah, M.Hum., dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Melalui perspektif hukum Islam dan hukum humaniter internasional, diskusi ini mengajak peserta untuk membaca kembali ayat-ayat Al-Qur’an tentang perang secara lebih komprehensif dan kontekstual. Islam yang kerap disalahpahami sebagai agama yang melegitimasi kekerasan justru memiliki prinsip-prinsip fundamental yang mengatur etika peperangan, perlindungan kemanusiaan, serta batasan-batasan moral dalam situasi konflik.

Kehadiran Dr. Ahmad al-Dawoody sebagai akademisi sekaligus praktisi di lembaga kemanusiaan internasional memberikan perspektif penting mengenai relevansi kajian Al-Qur’an dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan global.

Kegiatan *International Exposure* ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Program Studi IAT dalam memperkuat atmosfer akademik internasional, memperluas wawasan mahasiswa, serta membangun dialog antara kajian keislaman klasik dan isu-isu kontemporer.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin menyadari bahwa studi Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada pemahaman teks, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, dan menghadirkan pesan Islam sebagai *rahmatan lil 'alamiin*.