LSQH Gelar Bedah Buku 'Islam Tuhan Islam Manusia'

(Yogyakarta, 7 April 2017) LSQH kembali mengadakan acara diskusi buku yang bertempat di Lt.2 Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Buku Islam Tuhan Islam Manusia: Agama dan Spiritualitas di Zaman Kacau karya Dr. Haidar Bagir menjadi bahan diskusi kali ini, dengan mengundang langsung Dr. Haidar Bagir sebagai pembicara utama dan Muhammad Mansur selaku moderator. Acara diskusi dilaksanakan setelah shalat Jum’at, diawali dengan lantunan ayat suci al-Qur'an dengan langgam Jawa dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dr. Baidhowi selaku perwakilan Dekan Fakultas Ushuluddhin.

Dr. Haidar Bagir mengawali diskusi dengan sedikit menyinggung isu-isu Islam masa kini, seperti permasalahan Pemilu DKI Jakarta yang begitu mengguncang Indonesia. Beliau menyayangkan betapa banyak energi ditumpahkan ke sana, seakan tidak ada masalah pelik lain yang lebih penting. Beliau melanjutkan dengan menjelaskan latar belakang di balik penerbitan buku yang berisi kumpulan artikel-artikelnya. Buku ini diterbitkan sebagai peringatan ulang tahun yang ke-60. Yang menarik adalah pemilihan judulnya. Judul Islam Tuhan Islam Manusia berangkat dari kesadaran bahwa Islam yang diturunkan ke Muhammad adalah titah Tuhan yang ditujukkan untuk kepentingan manusia bukan untuk kepentingan Tuhan sendiri. "Islam ini untuk kepentingan manusia bukan untuk Tuhan, Tuhan nggak butuh Islam, kalau Tuhan butuh Islam berarti Tuhan belum baik" tegas beliau.

Beliau juga mengulas isi bukunya dibagi menjadi 5 bagian besar. Pertama, masalah (radikalisme-takfiri). Kedua, khazanah keilmuan Islam. Ketigadialog Islam dan peradaban (Islam-non Islam). Keempat, permasalahan intera Islam (Islam Nusantara).Kelima, solusi (Islam terbaik adalah Islam yang ditawarkan dalam bentuk spritualitas -tasawuf-).

Pada sesi interaktif (tanya-jawab), pertanyaan yang dilontarkan sebagian besar menyinggung tentang tanggapan Dr. Haidar terhadap isu-isu permasalahan Islam kontempoter dan juga mempertajam pemahaman tentang informasi-informasi yang beliau sajikan di dalam bukunya.

"Bagaimana keterkaitan antara fiqh dan tasawwuf ?" Penanya. "Fiqh dan Tasawuf itu pasti berkaitan, pilar Islam itu ada 3 : Islam, Iman, Ihsan. Ihsan hanya bisa kita dapat lewat tasawuf dan syariat itu merupakan dasar -yang paling urgent- dalam menjalankan tasawuf, coba sebutkan toko sufi yang syariatnya gak bagus? Pasti tidak ada, karena dalam tasawuf seseorang yang belum matang syariatnya, tidak mungkin bisa beranjak ke maqom selanjutnya." Pungkas beliau.

(Alif Jabal Kurdi / Semester 2 / IAT)