Media dan Ilusi Pasca Kebenaran

LpmHumaniush.com—Senin (15/10/18) BOM-F Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Lembaga Pers Mahasiswa Humaniush gelar seminar literasi yang bertemakan “Media dan Ilusi Pasca-Kebenaran. Acara tersebut merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan Lpm Humaniush dalam menciptakan ruang diskusi sekaligus sebagai dokumentasi pengetahuan guna implementasi dalam bentuk tulisan. Selain itu, seminar literasi ini juga merupakan prakarsa dari Lpm Humaniush di tengah arus teknologi yang semakin deras. Melihat tema yang diusung adalah terkait media dan pasca-kebenaran(post-truth), narasumber yang dihadirkan haruslah mempunyai kompeten dalam bidang tersebut.

Sebelum seminar literasi dimulai, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dalam sambutanya sangat mendukung serta mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut Dr. Inayah Rohmaniyah S.Ag. M. Hum, selaku Wakil Dekan III, berharap agar Lpm Humaniush turut membantu dalam menyukseskan program Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, yang salah satunya dalam hal kepenulisan.

“Kami dari pihak fakultas sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini, dan juga untuk Lpm Humaniush kami berharap agar dapat membantu program dari fakultas untuk memfasilitasi para mahasiswa, khususnya Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam dalam kepenulisan”, jelas beliau.

Dari pihak fakultas sendiri juga mendorong para mahasiswa untuk ikut serta dalam pelbagai kompetisi penulisan, karena fakultas sendiri siap memberikan fasilitas agar supaya para mahasiswa dapat megembangkan minat menulis serta mampu untuk berkompetisi di luar.

“dari fakultas menyediakan dana bagi para mahasiswa yang siap untuk berkompetisi dalam pelbagai event perlombaan”, tambah beliau.

Hasan Abdul Wafi, selaku ketua panita, mengatakan bahwa pada era yang disebut sebagai pasca-kebenaran ini, mahasiswa perlu tahu tentang apa itu pasca-kebenaran dan bagaimana media sangat berpengaruh di dalamnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Andre Hanura selaku Pimpinan Umum Lpm Humaniush, dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa tema yang diusung pada seminar literasi kali ini merupakan sebuah kerisauan dari Lpm Humaniush, di mana era yang disebut oleh kamusOxfordpada tahun 2016 sebagai pasca kebenaran(post-truth) ini menggambarkan era di mana sesudah kebenaran, yang kebanyakan orang menilai atau mengambil kebenaran suatu informasi hanya berlandaskan emosional mereka, suka-tidaknya mereka dan sesuai dengan kepentingan mereka.

“kita semua tahu, bahwa lancarnya arus informasi yang tidak dapat dibekukan menyebabkan semua orang dapat menjadi produsen sekaligus konsumen berita. Semua itu juga berdampak pada terciptanya era pasca-kebenaran”, ujar Andre Hanura.

Acara yang dilaksanakan di Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, dan dibuka langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Dihadiri oleh sekitar 100 lebih mahasiswa. Dimulai sejak pukul 08.00-14.00 WIB. Seminar literasi ini mengundang tiga narasumber yakni; Sigit Budhi Setiawan(antropolog digital), Mahfud Ikhwan(penulis) dan Dr. Munawar Ahmad, S.S . M.Si.(dosen sosiologi politik) ketiganya memaparkan materi diskusi dengan dimoderatori oleh Mohammad Ali Tsabit(ketua komunitas kutub). (Farid Wajdi)