Menemukan Jati Diri dengan Segudang Prestasi: Seminar Beasiswa dan Dialog Pemuda Inspiratif oleh CSS MORA UIN Suanan Kalijaga

Sabtu (18/3/17). Acara “Seminar Beasiswa dan Dialog Pemuda Inspiratif” yang diadakan CSS MORA UIN Sunan Kalijaga, bisa terbilang sukses, karena acara tersebut mendapat antusiasme yang sangat besar dari para peserta yang datang dari berbagai Universitas di Yogyakarta. Kali ini CSS MORA UIN Sunan Kalijaga menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai kalangan yang memiliki beberapa prestasi domestik maupun internasional,
Pagi itu tepatnya pukul 08:30, salam hangat diiringi dengan ucapanbasmalah. Acara seminar dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh saudari Dara Humaira. Tak kalah penting adalah acara selanjutnya yaitu sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari Ketua Panitia acara, saudara Wahyudi, yang pada kesempatan tersebut menyampaikan asumsi mengenai tema dansettingacara. Ia menyampaikan bahwa acara ini adalah acara rutin yang diadakan oleh CSS MORA. Tema yang diusung kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya tema yang diambil adalah kajian ilmiah. “Nah, sekarang waktunya kita untuk mengubah kebiasaan lama agar tidak mudah bosan” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebanyakan pelajar Indonesia yang sudah melalang buana di luar negeri tidak menyalurkan ilmu dan pengalamannya ke negeri asalnya. Inilah latar belakang pemilihan tema kali ini. Sambutan kedua disampaikan oleh ketua CSS MORA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Saudara Luqman Hakim, yang sekaligus membuka acara.
Acara inti dipandu oleh saudara Imdad Ilhami Kholil dan Saudari Zidna Zuhdana. Keduanya adalah Mahasiswa penerima Beasiswa dari Kemenag (PBSB) UIN Sunan Kalijaga. Bapak I Made Andi Arsana, Ph.D yang berprofesi sebagai Dosen Teknik Geodesi UGM, dan Kepala Kantor Urusan Internasional UGM, memberikankeynote speech. Pak Andi adalah salah satu pelajar Indonesia yang telah melalang buana di luar negeri berkat segudang prestasi dan kesuksesannya. Banyak sekali pengalaman yang menginspirasi. Beliau lahir dari keluarga yang jauh dari kata cukup dan mewah. Orang tuanya tidak memiliki riwayat pendidikan yang tinggi. Namun, beliau mengubah semua itu dengan prestasi-prestasi yang luar biasa. Ada salah satu tips yang beliau bagi kepada para peserta “Don’t judge yourself through someone else”. Di samping itu beliau menambahkan bahwasanya tidak ada jaminan orang yang sukses akan terus menerus sukses. Setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan. Beliau telah mengelilingi dunia. Tetapi karena kecintaannya kepada negeri ini, beliau memutuskan tinggal di Yogyakarta. Setelah pemaparan dansharepengalaman dari Pak Andi, para peserta dengan antusias menanyakan tips-tips dan pengalaman-pengalaman beliau. Beliau menjawab dengan penuh semangat. Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata yang langsung diserahkan oleh Koordinator Litbang CSS MORA UIN Sunan Kalijaga yang baru saja terpilih sebagai Ketua CSS MORA Nasional periode 2017-2018, saudara Anas Rolli Mukhlisin.
Diskusi kedua juga tak kalah menarik. Temanya adalah “Dialog Pemuda Inspiratif”. Sesuai dengan tema, narasumber yang diundang adalah pemuda inspiratif, yaitu saudara Puguh Dwi Kuncoro dan Ibrahim Malik. Dialog kali ini dimoderatori oleh mantan ketua CSS MORA Nasional, saudara Imam Sahal. Menariknya, pembicara menyelingi sesi-sesi dialog dengan beberapa guyonan yang membuat peserta semakin semangat untuk mengikuti jalannya acara. Mas Puguh adalah President of Indonesian Youth Dream Foundation & CEO NLP Leadearship Institute of Mind Technologi. Ia banyak menyampaikan pengalamannya yang awalnya berawal dari sebuah mimpi yang digores rapi dalam sebuah kertas hingga benar-benar menjadi kenyataan. Salah satu dari kata-kata beliau yang dijadikan motto adalah “An ordinary people with extra ordinary dreams”. Narasumber yang kedua yang tidak kalah menginspirasi adalah saudara Ibrahim Malik. Sangat banyak prestasi yang beliau ukir di usia yang terbilang sangat muda, baik itu bidang akademik maupun non akademiknya. Beberapa riwayat prestasinya antara lain OISSA Cairo Egypt 2016, YSEALI Amerika 2015, JENESYS 2.0 Japan 2014. Dalam gumamnya beliau berbicara mengenai dunia global saat ini, beliau memiliki beberapa tips “How to win the global Game: Communication, Multi disciplanary Knowledge, Network, and Consistancy”.Beberapa menit usai pemaparan dari kedua narasumber, moderator memberikan kesempatan bertanya kepada para peserta dialog tersebut hingga selesai, sekaligus penyerahan cinderamata oleh Ketua Panitia.
Sesi akhir diskusi yang bertajuk Seminar Beasiswa diisi oleh kedua narasumber yaitu Bapak Abdul Ghaffar M.Pd. sebagai penerima Beasiswa 5000 Doktor dan Saudari Febrianti Nurul Hidayah yang merupakan peraih Beasiswa LPDP Awarde 2016 Batch IV dan AVS/YES California. Moderator pada saat itu adalah Mutawakkil Hibatullah, Mahasiswa semester akhir UIN Sunan Kalijaga yang juga Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Seperti dengan sesi-sesi sebelumnya, para narasumber menceritakan bagaimana ia gagal, bagaimana mereka bangkit dari kegagalan, dan lebih penting lagi bagaimana mereka menjadi diri mereka sendiri. Seperti biasa setelah selesai sesi diskusi penyerahan cinderamata diwakili oleh saudari Zidna Zuhdana.
Di akhir acara panitia membagikan door prize kepada 10 peserta yang beruntung sesuai nomor undian yang disebutkan oleh panitia. Para peserta yang umumnya adalah Mahasiswa sangat berharap acara ini dapat memotivasi mereka untuk selalu berprestasi, sehingga nantinya apa yang mereka hasilkan bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain, untuk bangsa Indonesia
(Andy Rosyidin/ Mahasiswa Semester 2 Prodi IAT)