Ngaji Ilmu Rasm dan Naqth Mushaf Bersama Ustaz Abdul Jalil (3)

Membuang huruf alif dari penulisan kosa kata Alquran

Fenomena perbedaan tulisan mushaf Alquran dengan tulisan bahasa Arab bukan-Quran menjadi faktor utama lahirnya ilmu rasam. Karya paling awal yang sampai ke kita tentang fenomena perbedaan rasam mushaf-mushaf adalah bab ikhtilaf mashahif ahl al-amshar dalam kitab Fadha’il al-Qur’an karya al-Qasim bin Sallam (w. 224 H).

Salah satu perbedaan rasam adalah soal pembuangan huruf Alif. Ulama mencoba memberi beberapa macam alasan/penjelasan (ta’lil) atas perbedaan ini: ta’lil lughawi/nahwi, dan ta’lil bathini (terdapat hikmah/rahasia di baliknya).

Perlu diketahui bahwa perbedaan penulisan ada yang muttafaq fih (tulisannya seperti itu pada semua mushaf) ada yang mukhtalaf fih (terdapat perbedaan antara mushaf di suatu daerah dan daerah lain). Contoh lafal (وما يخدعون) dan (وإذ وعدنا) di semua mushaf ditulis tanpa alif, meskipun Nafi’, Ibn Katsir dan Abu ‘Amr membaca lafal pertama dengan alif, Qs. Al-Baqarah: 9 (وما يخادعون / wa-ma yukhadi’un), dan lafal kedua dibaca dengan alif, Qs. Al-Baqarah: 51 (وإذ واعدنا / wa-idz waa’adna), oleh semua imam tujuh (al-qurra’ al-sab’ah) kecuali Abu ‘Amr yang membaca tanpa alif.

Terkadang al-Dani tidak memberi kaidah khusus pada soal pembuangan alif dengan ungkapan: (yang kami riwayatkan bahwa alif dibuang dari penulisan kata-kata berikut ini: …), tapi di tempat lain al-Dani mencoba memberi kaidah khusus, seperti ini (penulis-penulis mushaf sepakat membuang tulisan alif sesudah YA’ nida’, dan sesudah HA’ tanbih), contoh: (يأيها الناس) dan (يرب) padahal semuanya dibaca dengan alif (يا أيها الناس) dan (يا رب). Begitu juga (هذا) dan (هتين) sebagai contoh, yang dibaca (هاذا) dan (هاتين).

Lafal (سبحن), (سبحنه), dan (سبحنك) semua ditulis dengan tanpa alif, sedangkan lafadz yang di Qs. Al-Isra’: 93 (قل سبحان ربي) terdapat perbedaan, ada yang menulis dengan alif dan ada yang tanpa alif, meski al-Dani mencoba memberi kesaksiannya bahwa dia pernah melihat mushaf-mushaf di daerah Irak menulisnya dengan alif. Begitu juga kata (كتب/كتاب) ditulis tanpa alif kecuali di Qs. Al-Ra’d: 38, al-Hijr: 4, al-Kahf: 27, dan al-Naml:1 ditulis dengan alif.

Jadi, pada mushaf yang sama terkadang ada suatu kata yang tulisan umumnya sama hanya beda pada kata-kata tertentu (mustatsnayat), seperti kata (سموت) yang di seluruh Alquran ditulis seperti itu tanpa alif kecuali di Qs. Fushilat: 12 ditulis dengan alif (سموات), al-Dani berkomentar bahwa itu pada semua mushaf. Menarik untuk dicek bahwa di mushaf standar Indonesia ditulis tanpa alif. Saya pernah bertanya kepada Lajnah Pentashih, ternyata mereka menggunakan referensi lain selain al-Dani. Silahkan cek tulisan ayat tersebut antara mushaf cetakan Madinah, Damaskus atau Kairo dengan cetakan mushaf Kementrian Agam RI.

Wallahu A'lam

Kolom Terpopuler