Seminar Orientasi Studi dan Madrasah Tafsir (MATAF) 2026 Sambut Mahasiswa Baru Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga

4 Oktober 2026

Yogyakarta – Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Sunan Kalijaga bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) IAT menyelenggarakan rangkaian kegiatan Madrasah Tafsir (MATAF) 2026 bagi mahasiswa baru angkatan 2026.

Rangkaian dimulai dengan Seminar dan Pembukaan MATAF pada Jumat, 11 September 2026, di Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI). Seminar bertema "Orientasi Studi Al-Qur'an dan Tafsir di UIN Sunan Kalijaga" ini dihadiri seluruh mahasiswa baru IAT. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Abu Dzar Al-Ghifari Ars; Ketua HMPS, Muh Rifki Kadir; dan Ketua Program Studi, sekaligus membuka secara resmi MATAF 2026 oleh ibu Subkhani Kusuma Dewi, M.A., Ph.D.

“Mari kita merangkai rasa dalam kebersamaan, dan bersama-sama menata asa untuk masa depan. Semoga perjalanan kita di IAT menjadi perjalanan yang penuh ilmu dan kebermanfaatan. Karena kita mungkin datang ke IAT dengan cerita yang berbeda, tetapi hari ini kita memulai cerita baru sebagai satu keluarga besar IAT,” ujar Abu Dzar.

Bertindak sebagai pemateri, Muhammad Luthfi Dhulkifli, S.Ag., M.A., mengajak mahasiswa baru memahami luasnya bidang kajian tafsir serta mengembangkan sikap kritis dan ilmiah dalam mempelajari Al-Qur'an. Ia menekankan tiga keterampilan dasar yang perlu dimiliki, yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, dan berpikir kritis. Ia juga memaparkan cakupan studi di IAT, antara lain Ulumul Qur'an, tafsir klasik dan pertengahan, hermeneutika dan kajian modern,Digital Quranic Studiesdan kecerdasan buatan, Living Qur'an, serta tafsir Nusantara dan filologi. Seminar dipandu moderator Tazkiatul Luthfiah Al Andawi dan dilanjutkan sesi tanya jawab yang diikuti peserta secara aktif.

Kegiatan berlanjut dengan MATAF yang berlangsung pada 19–20 September 2026 di Homestay Mbah Mul dan diikuti 77 mahasiswa baru. Pada 19 September, rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta menuju lokasi, pembukaan oleh panitia, dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) I yang membahas refleksi materi ke-IAT-an. Setelah FGD I, kegiatan dilanjutkan dengan FGD II berupa mini praktik diskursus IAT. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan didampingi fasilitator untuk berdiskusi serta mendapatkan gambaran mengenai perjalanan mahasiswa di Program Studi IAT.

Selain kegiatan akademik, peserta mengikutigameslapangan, yasinan dan tahlilan, sholat berjama’ah, serta makan malam bersama. Acara dilanjutkan dengansharing sessionbersama mahasiswa IAT angkatan 2024-2025, sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal pengalaman kakak tingkat sekaligus mendapatkan gambaran mengenai kehidupan mahasiswa di lingkungan IAT. Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan api unggun bertajuk “Quality Time for IAT ’26”. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dalam suasana yang lebih santai.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti salat Subuh berjamaah, senam pagi, sarapan, serta pertunjukan antarkelompok yang menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas mahasiswa. Rangkaian MATAF kemudian ditutup dengangeneral reviewdan tukar kado, sebelum peserta mempersiapkan kepulangan.

Melalui berbagai rangkaian tersebut, MATAF IAT 2026 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia perkuliahan, membangun relasi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Semangat kebersamaan yang menjadi tema utama diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa IAT ’26 dalam menjalani perjalanan akademik dan kehidupan kampus ke depan. ABUDZAR