Alumni Prodi IAT Kuliah S3 Bidang Tafsir di Turki

Sekilas Pendidikan di Turki
Dalam berapa tahun terakhir ini Turki telah menunjukkan dirinya sebagai negara yang menaruh perhatian besar terhadap bidang pendidikan. Salah satu bentuk usaha tersebut adalah dengan memberikan beasiswa dengan berbagai jenis dan dibuka oleh beragam instansi, misalnya dari pemerintah sendiri maupun dari pihak kampus . Presiden Tayyib Erdogan sendiri memiliki target untuk bisa meningkatkan mahasiswa asing yang belajar di Turki sebanyak 350 ribu pelajar di tahun 2020.
Mayoritas kegiatan akemik di Turki menggunakan bahasa Turki sebagai bahasa Utama. Dalam beberapa kampus tertentu dan bidang mata kuliah tertentu, juga ada beberapa penggunaan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Arab. Meski bukan termasuk bagian dari negara Uni Eropa, Turki telah mengadopsi system bologna process sehingga kualitas pendidikan di Turki bisa dibilang setara dengan pendidikan di negara-negara Eropa. Bologna Process itu sendiri secara sederhana adalah kesepakatan antar negara-negara Uni Eropa untuk menyatakan penyetaraan standar dan kualitas pendidikan. Salah satu kemudahan kuliah di Turki dengan adanya kebijakan Bologna Process ini adalah anda bisa mengikuti program Erasmus untuk kuliah di negara Eropa melalui seleksi kampus asal. Kelebihan lain dari Bologna Process ini adalah pengakuan gelar dan jaminan kualitas yang setara dengan pendidikan di Uni Eropa.
Beberapa lain yang bisa menjadi pertimbangan untuk kuliah di Turki adalah, pendidikan di Turki termasuk memiliki kualitas pencapaian yang bagus. Menurut statistik ISI Web Sains Indeks Thomson, Turki selalu berada di 20 besar peringkat dunia untuk publikasi jurnal ilmiah. Turki juga menambah jumlah universitas mereka pada tahun 2010, dari 51 menjadi 171. Juga berbagai pembangunan dan perluasan kampus serta penyediaan perangkat pembelajaran sedang digalakkan pada saat-saat ini. Saya pernah berbincang ringan bersama supervisor saya mengenai perkembangan pendidikan di Turki, terutama masalah dana. Ternyata setiap kampus telah siap dengan dana yang besar untuk membangun gedung-gedung baru demi kenyamanan belajar yang lebih baik.
Secara spesifik di kota Konya yang saya tempati sekarang, ada pula kampus swasta yang bisa dibilang mandiri dalam masalah finansial. Mereka rela menggelontorkan dana dalam jumlah besar yang berasal dari lembaga-lembaga swasta untuk mewujudkan kampus dengan sarana dan prasarana yang lengkap untuk menunjang kualitas pendidikan yang baik.
Beragam Fasilitas Pendidikan di Turki
Saya hendak mempotret model pendidikan di Turki namun saya fokuskan di kota Konya, tempat saya melanjutkan studi doktor saat ini. Kota konya sejak zaman dahulu sudah dikenal sebagai jantung Anatolia. Menjadi pusat kota dan peradaban di dinasti Seljuk. Juga menjadi kota penting bagi bangsa Bizantium atau Romawi Timur, terbukti dengan bekas peninggalan bersejarah yang hingga kini masih ada.
Kebijakan pemerintah yang diterapkan di kota Konya bisa dibilang sangat istimewa dibandingkan dengan kota-kota lain di Turki. Misalnya saja, bagi pelajar, bebas untuk menikmati layanan transportasi umum secara gratis, mulai dari bus hingga tramway. Perpustakaan umum skala besar di buka selama 24 jam, sehingga mahasiswa bebas belajar tanpa mengenal waktu disana. Ada juga fasilitas gedung untuk kegiatan kepemudaan yang bisa digunakan secara gratis dengan sarana yang jujur saja belum pernah saya temui saat belajar di Indonesia.
Tak berhenti disitu. Ada lembaga pendidikan gratis berbentuk kursus yang menyediakan pembelajaran berbagai bidang skill. Lembaga ini disebut Komek. Lembaga tersebut menawarkan beragam pembelajaran misalnya bahasa asing, komputer, seni, handycraft, dan banyak lagi. Anda hanya perlu menunjukkan kartu identitas Ikamet, semacam surat izin tinggal yang dikeluarkan oleh pemerintah Turki.
Tak hanya pemerintah saja yang berlomba memajukan pendidikan. Beragam pihak swasta pun memberikan layanan yang memanjakan para pelajar. Misalnya yayasan-yayasan pelajar yang juga menyediakan kegiatan atau pelatihan gratis, sarana gedung, atau terkadang juga transportasi dalam rangka kegiatan tertentu.
Pengalaman Mendaftar Beasiswa Pemerintah Turki
Dengan melihat peluang dan Pendidikan di Turki yang juga bersaing dengan Pendidikan di negara-negara berkembang dan maju lainnya, saya pun memutuskan untuk mengikuti seleksi Beasiswa Pemerintah Turki pada tahun 2016. Saya mendaftar untuk program S3 dengan mengambil jurusan Tafsir. Jurusan ini saya pertimbangkan karena S1 saya belajar di jurusan Tafsir Hadis di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan S2 saya mengambil jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Saya memilih tiga universitas di Turki yaitu Ankara Universitesi, Istanbul Universitesi dan Necmettin Universitesi, dengan priorias memilih Necmettin Erbakan Universitesi di kota Konya. Alasannya karena di kampus Konya ini saya tertarik dengan seorang Profesor sehingga ingin dibimbing oleh beliau. Saat mendaftar beasiswa ini memang cukup berat. Peminat atau pendaftarnya menurut daftar resmi penyelenggara beasiswa Turki ini pada tahun 2016 sekitar 95 ribuan. Yang diundang untuk menghadiri wawancara ada 10 ribu pelamar, dan yang mendapatkan beasiswa ada 4000 pelajar dari seluruh penjuru dunia. Persaingan secara jumlah jelas sangat ketat disini.
Meskipun peminat beasiswa ini sangat banyak, saya tetap optimis untuk mendaftar karena saya beruntung bisa menyelesaikan program S1 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di kampus dengan moto Integrasi Interkoneksi ini saya belajar banyak sekali pondasi keilmuan dalam bidang Ilmu al-Quran dan Tafsir. Setiap dosen memiliki kapasitas tersendiri dan mumpuni pada materi kuliah yang diampu. Salah satu dosen yang banyak memberi pengaruh keilmuan yang kuat kepada saya adalah bapak Drs. Muhammad Mansur, M.Ag. Beliau selalu menekankan kepada saya untuk melakukan penelitian hingga ke akar untuk mengungkap motif yang melatarbelakangi fenomena atau tradisi tertentu dalam bidang sosial. Beliau menjadi pembimbing saya dalam mengerjakan skripsi untuk meraih gelar S1. Saya juga banyak termotivasi dari para senior di UIN Sunan Kalijaga yang juga melanjutkan studinya di luar negeri. Pengalaman menempuh S1 di UIN Sunan Kalijaga memang termasuk pengalaman yang luar biasa selama hidup saya. Singkat kata, belajar di UIN Sunan Kalijaga membuat saya memiliki bekal yang berguna untuk keberhasilan saya di jenjang selanjutnya.
Juga ilmu yang saya dapat dari UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga fokus pada aspek metodologi melengkapi pengalaman saya dalam belajar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Selama kuliah di jalur khusus di UIN Sunan Ampel ini saya banyak terpengaruh oleh Bapak Prof. Dr. Aswadi M,Ag. yang memberi penekanan ketat pada mahasiswanya untuk memberi perhatian besar pada konsistensi metodogi saat melakukan penelitian. Pengalaman-pengalaman hebat inilah yang membuat saya percaya diri untuk bisa diterima dalam seleksi beasiswa pemerintah Turki.
Untuk bisa memperoleh peluang besar diterima dalam beasiswa ini, saya memperkuat kemampuan Bahasa Inggris, Arab dan Turki. Bahasa Turki saya pelajari karena sejak awal saya sudah tahu bahwa pada jurusan Tafsir, Bahasa pengantar paling banyak bahkan 100 persen adalah Bahasa Turki. Namun kenyaatannya, beberapa dosen juga menggunakan Bahasa Arab dalam penyampaian materi.
Kenyataannya Alhamdulillah semua usaha berjalan lancar. Saya mendapatkan beasiswa ini, dengan fasilitas Pendidikan gratis, tempat tinggal gratis dan uang saku. Saat ini saya sedang menempuh Pendidikan Bersama keluarga istri dan anak di Turki. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh dewan pembimbing, guru, dosen, staf dan seluruh pihak yang telah mengajar dan membantu saya, dimana nama-nama mereka tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. (Didik Andriawan)