Dosen IAT UIN Sunan Kalijaga Berpartisipasi dalam SILANAS III JMQH, Bersama 30 Ribu Penghafal Al-Qur'an dari Seluruh Indonesia

Bantul, 18 Oktober 2026– Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam kegiatan Silaturrahim Nasional Ke-3 (SILANAS III) Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an lil Hafidzat (JMQH) yang diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (18/10/2026).

Kegiatan akbar ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan sekitar 30 ribu peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi Al-Qur'an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat peran para hafidzah dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan ulama terkemuka, di antaranya Prof. KH. Said Aqil Husain Munawar yang memberikan mau'idhoh hasanah sekaligus memimpin doa. Hadir pula Muhaimin Iskandar yang turut membersamai perhelatan nasional tersebut.

Di antara puluhan ribu peserta yang hadir, terdapat dua dosen Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga, yakni Aida Hidayah dan Fitriana Firdausi. Partisipasi keduanya menjadi salah satu wujud keterlibatan akademisi dalam mendukung gerakan penguatan tradisi Al-Qur'an, tidak hanya melalui kegiatan pendidikan dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga melalui aktivitas keagamaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Keikutsertaan dosen IAT dalam kegiatan SILANAS III JMQH juga memiliki relevansi dengan komitmen keilmuan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dalam mengintegrasikan kajian akademik dengan praktik pengamalan Al-Qur'an dalam kehidupan sosial.

Lebih dari sekadar ajang pertemuan nasional, SILANAS III JMQH menjadi ruang silaturahmi, penguatan spiritual, sekaligus representasi besarnya kontribusi perempuan penghafal Al-Qur'an dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam di Indonesia. Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi Islam, komunitas penghafal Al-Qur'an, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, Al-Qur'an tidak hanya menjadi objek kajian akademik, tetapi juga senantiasa hadir sebagai sumber inspirasi, nilai, dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.