Mahasiswa Prodi IAT UIN Suka Lolos Seleksi KKN Tematik Internasional di Kamboja

Berita membanggakan datang dari salah seorang mahasiswi Ilmu Alqur’an dan Tafsir Hidayah Hariani, yang lolos seleksi KKN Tematik International di Kamboja pada pengumuman daftar peserta terpilih bulan Mei lalu. Mahasiswi asal Medan ini akrab kerap di sapa dengan Hidayah. Seleksi yang ia ikuti berawal dari seleksi berkas yang terpilih sebanyak tiga puluh dua orang dan seleksi wawancara untuk memilih sepuluh orang tebaik. Hidayah telah berhasil bergabung menjadi anggota tim KKN Tematik Internasional di Kamboja . “Selamat ya mba Hidayah, dapat nilai tertinggi.”, ujar Sekretaris LPPM UIN Sunan Kalijaga. Adapun rekan-rekan lainnya yang lolos seleksi diantaranya Luthfi Rofiyatun dan Bangkit Tri Utomo dari Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Mutrofin dan Iwan Hantoro dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rezaldy Nurul Arobby dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Wenny Nurhidayati Bayanuddin dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Afit Rezky Sandy dan Yunita Eri Setyaningrum dari Fakultas Sains dan Teknologi, Dliya’ul Haq dari Fakultas Syari’ah dan Hukum, dan Hidayah Hariani dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. KKN Tematik di Kamboja ini merupakan KKN International pertama yang diselenggarakan oleh LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Distrik Chroy Metrey Mukampoul Kandal Province Kamboja, dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Sosial-Keagamaan Melalui Pendampingan Masyarakat Diniyyah”. Tujuan dari diselenggarakannya KKN ini adalah agar mahasiswa dapat mengaplikasikan pembelajaran di kampus dalam wujud nyata di masyarakat berupa pemberdayaan masyarakat baik di bidang agama juga sosial-nya di lingkungan madrasah diniyyah, optimalisasi potensi dan pengelolaan sumber daya manusia, serta menumbuhkan kesadaran akan toleransi dalam keberagamaan dan bertahan di daerah yang minoritas. KKN tematik ini akan diselenggarakan lebih kurang satu bulan dari tanggal 29 Juli hingga 23 Agustus mendatang. Alasan Hidayah memilih KKN Tematik di Kamboja ialah karena ingin menguji kemampuan diri sendiri bagaimana bisa bertahan hidup di negeri jiran, khusus-nya minoritas muslim agar toleransi dalam wujud nyata pernah ia rasakan sensasi-nya. Hidayah juga ingin merasakan bagaimana menjaga dan memegang nama baik almamater-nya juga negeri tercinta -nya yang di jadikan modal awal untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya. Ucapan syukur diucapkan Hidayah karena awalnya tidak menyangka akan lolos dalam seleksi ini dan menjadi bagian dari peserta KKN International Kamboja. Hidayah juga sempat nge-down ketika melihat peserta lain di wawancara, melihat diri-nya yang biasa saja akan jauh dari kata 'lolos'. Kini, Hidayah berharap semoga KKN ini dapat menjadi ajang pengujian diri untuk berani keluar dari zona nyaman agar kedepannya dapat pengalaman-pengalaman baru, hidup ditengah-tengah masyarakat minoritas dan menjadi bagian di dalamnya, serta meningkatkan rasa toleransi keberagamaan. Ia juga berharap semoga di tahun depan, akan ada KKN selanjut-nya di Kamboja, dan KKN tahun ini menjadi pijakan awal sertavaluasi dari tim KKN setelah angkatan Asmaul Husna (99). (Hidayah dan Yolla)