Kuliah Umum dengan Pakar dari BRIN: Kalender Islam Global Sebagai Integrasi Tafsir al-Qur'an dan Sains Astronomi

Sudah ghalib diketahui bahwa dasar-dasar kalender Islam berasal dari ajaran Al-Qur'an dan Hadis, dan prinsip-prinsip tersebut telah membimbing pembentukan dan penggunaan kalender Hijri. Dasar kalender Islam adalah al-Qur'an dan hadis yang dipadukan dengan sains astronomi.

Meskipun Al-Qur'an tidak secara rinci menguraikan sistem kalender, Al-Qur'an memberikan petunjuk tentang pengamatan bulan sebagai dasar penentuan waktu, khususnya dalam konteks ibadah seperti puasa Ramadan dan penentuan bulan Ramadhan (Surah Al-Baqarah 2:185).

Dalam hadis, terdapat petunjuk dan penjelasan lebih lanjut mengenai penggunaan kalender Hijri. Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk kepada umatnya untuk mengikuti kalender Hijri dalam menentukan waktu-waktu ibadah dan peristiwa penting. Nabi juga memberikan petunjuk agar berbuka dan berpuasa bila hilal sudah terlihat.

.dalam hal ini, ulama dan otoritas keagamaan memainkan peran penting dalam menentukan awal bulan dan menetapkan kalender Hijri. Pengamatan bulan oleh ulama dan sidang-sidang keagamaan sering digunakan untuk menentukan awal bulan baru.

.Selama ini, umat Islam belum memiliki kalender tunggal yang mampu menyatukan semua negara, baik untuk keperluan administrasi sipil maupun untuk keperluan ibadah. Menurut Prof. Thomas Djamaluddin, ada tiga prasyarat mapannya suatu sistem kalender, yakniada kriteria tunggal yang disepakati,ada batas wilayah yang disepakati, ada otoritas tunggal yang mengaturnya.