Kuliah Umum dengan Direktur IHIS UGM: Prodi IAT UIN Suka Membangun Jembatan antara Studi al-Qur'an dan antara Halal Sudies

Beberapa minggu kemarin, diskusi tentang halal-haram mengemuka di tengah masyarakat indonesia. Hal ini dipicu oleh perbedaan Fatwa MUI terhadap obyek produk vaksin astrazaneca. Oleh MUI Jatim, vaksin ini difatwa sebagai produk yg HALAL, sementara MUI pusat di Jakarta justru menghukumi HARAM.
.
Meski kemudian MUI Pusat menyimpulkan bahwa penggunaan vaksin astrazaneca tetap boleh Karena adanya kondisi dharurat, Namun jelas kondisi psikologi masyarakat sudah terpengaruh. Tidak semua pihak menerima alasan dharurat MUI Pusat tersebut, sehingga bagian fatwa HARAM-nya tetap mengendap di pikiran publik. Tentu saja publik juga bingung.
.
Tidak dapat dibantah, aturan tentang HALAL-HARAM Itu berakar dari ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi, yg pemahamannya memakai nalar ushul fikih dan aneka ilmu lain.
.
Namun perkembangannya, muncul jurang yang membentang antara kajian-kajian ilmu tafsir dg riset-riset halal. Ada link yg terputus di sini.
.
Riset-riset ttg halal telah jauh berlari hingga ke alat-alat canggih yg digunakan utk mendeteksi suatu bahan hingga level molekuler di laboratorium2 seperti milik LP POM MUI. Sementara kajian ilmu Tafsir seolah Sama sekali tidak menyentuh area ini. Ayat-ayat al-Quran dan Hadis muncul di era Nabi, saat teknologi molekuler belum ada.
.
Ilmu Tafsir seolah hanya berkembang saat membicarakan isu-isu sosial, seperti HAM, Gender, hate speech, dan lain sebagainya. Sementara ketika bicara tentang isu-isu riset halal yg berkembang di laboratorium-laboratorium eksakta LP POM itu, ilmu Tafsir seolah gagap dan bisu. Isu vaksin astrazaneca di atas adalah contohnya.
.
Berangkat dari kegelisahan inilah, prodi IAT UIN Sunan Kaljaga mengadakan kuliah umum berjudul Membangun Jembatan antara Studi al-QUr'an dan antaraRIset Halal . Acara kuliah umum ini diadakan untuk mencoba membangun jembatan interkoneksi yg menghubungkan kajian bidang ilmu Tafsir dg riset-riset tentang halal yg sudah jauh berkembang tersebut, pada 4,April 2021 pukul 08:00 AM.
.
Dalam acara ini, Prof. Abdul Rahman, Direktur Institute for Halal Industry and System UGM, Yogyakarta menjelaskan bahwa dunia studi halal sangat mengharapkan peran aktif para sarjana dari latar belakang studi Qur'an.
Dalam acara ini, Prof. Abdul Rahman, Direktur Institute for Halal Industry and System UGM, Yogyakarta menjelaskan bahwa dunia studi halal sangat mengharapkan peran aktif para sarjana dari latar belakang studi Qur'an.