Zidna Zuhdana Mushthoza, Mahasiswi Prodi IAT Raih Predikat Wisudawan Terbaik Tercepat se-UIN Sunan Kalijaga

Zidna Zuhdana Mushthoza, Mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) angkatan 2014 telah berhasil meraih gelar sarjana dengan predikat Wisudawan Terbaik Tercepat se-UIN Sunan Kalijaga pada Rabu, 14 November 2018. Putri bungsu dariBapak Drs. H. Tajuddin Thalabi,M.Ag dan ibu Dra. Hj. Amilah,M.Pd.I ini dapat menyelesaikan studi S1-nya selama 3 tahun, 8 bulan, 16 hari dan memperolehIPK 3,92. Gadis berdarah Gresik ini mengungkapkan bahwa “Kuliah itu bukan balap-balapan lulusatau tinggi-tinggian IPK. Jalani saja dengan tanggung jawab dan versi terbaik menurutmu, karena setiap orang memiliki versi terbaik masing-masing. Yang terpenting bermanfaat”. Lebih lanjut,ia juga mengungkapkan bahwa “Semua orang punya kehebatan dan kelebihan, hanya saja perlu memahami dan mengenali hal tersebut”.

Mahasiswi –yang merupakan salah satu penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)— mengaku tidak memiliki trik atau gaya khusus dalam proses belajarnya. “Belajar itu proses bukan hasil dan sampai detik ini saya masih dalam tahap proses tersebut”, tuturnya. Ia mengatakan bahwa motivasi terbesarnya yaitu ayah ibunya. Dengan berbekal keyakinan bahwa keberkahan itu datang dari orang tua dan orang-orang di sekitar -kyai, ustadz, dan guru-guru- ia bisa sampai pada tahap ini. Layaknya mahasiswa/i lainnya, santri alumni Pondok Pesantren Qomaruddin ini juga memiliki kendala ketika kuliah. Ia menuturkan bahwa kendala terbesar ialah diri sendiri: bagaimana melawan rasa malas dan mengaturwaktu untuk organisasi,hafalan, kuliah, pondok,dan lain-lain. “Kendala tersebut tak bisa dihilangkan, namun bisa diminimalisirkan. Yang terpenting adalah tau prioritas”, tegasnya.

“Menghadapi kenyataan di era kontemporer berbasis revolusi industri 4.0 ini, di mana hampir sebagian besar dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia telah bersentuhan dengan medial sosial, maka sebagai lulusan UIN Sunan Kalijaga harus membangun narasi positif dalam mimbar apapun,baik mimbar akademik maupun mimbar sosial. Salah satunya yaitu mengisi pos-pos strategis dalam media sosial dengan landasan ilmu. Terutama bagi alumni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di mana masalah keagamaan telah menjadi momok pembicaraan yang hampir selalu diperdebatkan. Disinilah peran lulusan UIN Sunan Kalijaga yang sudah banyak belajar dan menimba ilmu untuk selalu menebarkan hal-hal positif di manapun untuk ke depan yang lebih baik”. Begitulah pesan Zidna.