MAHASISWA ILMU TAFSIR UIN SUNAN KALIJAGA BELAJAR MACHINE LEARNING KE GOOGLE

MAHASISWA ILMU TAFSIR UIN JOGJA BELAJAR MACHINE LEARNING KE GOOGLE
Beberapa waktu kemarin, Salma Liutfia Jawwad, seorang mahasiswa Prodi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir menghubungi saya, konsultasi singkat via WA. Dia ingin ikut program bangkit 2023 yang diselenggarakan atas kerjasama KEMENRISTEKDIKTI, Google, GoTo, dan Traveloka. Bangkit 2023 ini adalah sebuah pelatihan intensif bagi calon talenta digital indonesia selama kurang lebih 3 bulan yang diadakan tiga unicorn di atas.
Setelah mencari informasi ihwal program ini, saya meng-iyakan. Saya mendungkungnya. Kemudian dia meminta saya untuk jadi dosen pembimbingnya. Tugas dosen pembimbing antara lain untuk menjembatani antara pihak kampus, mahasiswa, dan penyelenggara program bangkit 2023.
Saat pengumuman keluar, ternyata dia lolos. Ternyata yang diambil oleh mhsswa saya ini adalah kelas Machine Learning. Sebenarnya ada 2 kelas lainnya lagi, yakni Android Learning Path dan Cloud Computing Learning Path. Dua yang terakhir ini tidak dia ambil.
Saya juga mendapat email dari penyelenggara Bankit 2023 yang menjelaskan hal-hal yg diperlukan terkait program ini, di antaranya hak dan kewajiban saya sebagai dosen pembimbing.
Saya penasaran bagaimana kurikulum kelas Machine Learning ini. Setelah saya buka2 buku pandauannya, kurikulumnya berisi ilmu2 baru bagi saya, spt dasar pemrograman, google IT Automation with Python, Google Data Analytic, hingga Matematika Machine Learning.
Timbul khawatir dalam diri saya. Jangan-jangan dia nanti kesulitan, mengingat jauh sekali dengan keilmuan di Prodi Tafsir yang lebih dekat dengan ilmu2 sosial humanioran. Saya chat dia, kira-kira nanti kesulitan tidak? Alhamdulillah, ternyata dia sudah lama belajar machine learning secara otodidak. Jadi bekal ilmu dasarnya sudah punya.
Ya, sekarang memang era-nya generasi baru. Zaman saya dulu kuliah S1, semua literatur tafsir berwujud buku fisik. Untuk mengaksesnya, harus ke perpus. Kalau mau punya, harus membeli dan itu mahal. Uang kiriman mana cukup.
Era sekarang, ratusan bahkan ribuan tafsir sudah bisa diakses dengan mudah. Berbagai software muncul. Bahkan yang berbasis web sudah banyak, tidak perlu instal apapun. Cuma, kita hanya sebatas jadi user. Kalau ada kesalahan dalam teks tafsir yang muncul di layar, kita tidak bisa apa-apa.
Saya berdoa, semoga mhasiswa Salma sukses mengikuti progam ini. Semoga kelak ilmunya bisa lebih memperkaya bidang studi Quran.
Ali Imron
Kaprodi IAT UIN Yogya