Usung Tema Solutif, Tiga Mahasiswa Prodi IAT Menjuarai LKTI Nasional

Gegap gembita babak Final Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional CSSMORA UIN Sunan Kalijaga 2018 (3/3/2018) telah menghadirkan kesan yang mendalam bagi para peserta. Dilansir dari beberapa sumber media, para peserta mengungkapkan kesan bahagia atas kesempatan yang diberikan oleh UIN Sunan Kalijaga, sehingga mereka mendapatkan ruang mengembangkan potensi kepenulisan isu-isu studi al-Qur’an dan Tafsir teraktual. Babak Final Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional CSSMORA UIN Sunan Kalijaga 2018 merupakan tahap akhir dari serangkaian proses seleksi dari ratusan karya tulis ilmiah mahasiswa se-Indonesia. Mengusung tema Respon dan Solusi Islam atas Fenomena Patologi Sosial di Indonesia, lomba ini berhasil menarik animo yang luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan proses seleksi awal yang melibatkan 267 abstrak terdaftar. Jumlah ini kemudian dikerucutkan menjadi 100 abstrak terpilih yang berhak melanjutkan ke tahap penulisan makalah. Pada tahap ini, terjadi proses penyaringan ulang hingga terpilih 15 makalah terbaik. Mereka inilah yang kemudian berhak mengikuti babak final lomba dengan presentasi dan tanya jawab. Peserta babak final ini nantinya akan memperebutkan tropi Rektor UIN Sunan Kalijaga.

Bagaikan gayung bersambut, upaya pihak penyelenggara untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para peserta berbanding lurus dengan fakta yang terjadi di singgasana pembicara. Setiap peserta menampilkan yang terbaik. Mereka dengan semangat menyampaikan kritik dan solusi atas problem sosial di Indonesia. Beragam fakta baru berhasil ditampilkan, mulai dari wacana pelestarian lingkungan, penemuan alat reproduksi air jernih, pengungkapan kesalahan legitimasi nama kitab, hingga pemahaman studi lintas agama.

Babak akhir yang dinantikan seluruh peserta akhirnya tiba juga. Diawali dengan Seminar Nasional dengan tema yang sama –lihat ulasan di atas-, tiga pembicara senior dari UIN Sunan Kalijaga berhasil menghipnotis para hadirin dengan sinkronisasi aspek teoretis, pernyataan yang logis serta kebijakan strategis dan multi-dialektis atas masalah-masalah kritis. Kabar baik bagi Prodi IAT UIN Sunan Kalijaga. Dua wakilnya berhasil memboyong dua gelar pada ajang ini. Masing-masing atas nama Suheri dan Robbin Dayyan (juara 2) dan Moh. Nailul Muna, mahasiswa semester 4 (harapan I). Adapun kampiun lomba ini diraih oleh Darmawan dari Sekolah Tinggi Filsafat (STFI) Jakarta. Keberhasilan rekan-rekan mahasiswa ini diapresiasi oleh keluarga Prodi IAT. Mereka sudah membuktikan potensi mereka di hadapan ratusan peserta lainnya. Sedangkan bagi panitia dan UIN Sunan Kalijaga, akhir acara ini menjadi penanda kesuksesan ganda, yakni sukses penyelenggaraan acara dan sukses menyabet gelar juara. (Robbin/Mhs. Prodi IAT Sem. 6)