Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir UIN Suka Lakukan Katalogisasi dan Digitalisasi Manuskrip al-Qur’an di Perpustakaan Pura Pakualaman, D.I. Yogyakarta

Salah satu kegiatan penelitian yang dilakukan mahasiswa prodi ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Sunan Kalijagapada semester Genap 2021 ini adalah katalogisasi al-Qur’an. Proyek ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara prodi IAT UIN Sunan Kalijaga dengan Perpustakaan Pura Pakualaman Ngayogyakarta. Penelitian ini dilakukan oleh para mahasiswa IAT dengan dosen pendamping Ahmad Yafiq Mursyid, ahli filologi al-Qur'an alumni Turki.

Adanya kegiatan katalogisasi ini di latar belakangi oleh salah satu abdi ndalem yang tengah membersihkan lemari tua disekitar masjid dan ternyata menemukan banyak manuskrip atau naskah kuno. Terdapat 19 buah manuskrip yang ditemukan diantaranya 13 buah manuskrip mushaf al-Qur’an, 5 manuskrip kitab, dan 1 manuskrip babad jawi. Mahasiswa IAT yang ikut serta dalam proyek penelitian ini diberi satu persatu manuskrip mushaf al-Qur’an untuk diteliti dengan dibimbing oleh salah satu dosen yang ahli dalam bidang filologi dan Ulumul Qur’an. Filologi dan Ulumul Qur’an sangat dibutuhkan dalam meneliti sebuah manuskrip. Hal ini di karenakan proyek katalogisasi membutuhkan metadata terkait kodikologi dan tekstologi yang terdapat dalam manuskrip tersebut. Khusus pada manuskrip mushaf al-Qur’an membutuhkan metadata tambahan seperti bagan terkait khat, rasm, dan qiraat.

Fokus awal dalam penelitian ini yakni meneliti terkait rasm nya. Langkah pertama dalam meneliti rasm yakni dengan mengacu pada buku penyempurnaan penulisan rasm usmani MSI (Mushaf Standar Indonesia) karya Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an tahun 2018. Buku ini hanya memuat sebagian kata yang telah disempurnakan dari rasm imla’I ke rasm ustmani. Namun, lafadz-lafadz dalam buku penyempurnaan tersebut juga mecakup akan kaidah-kaidah rasm guna memvalidasi rasm yang terdapat dalam mushaf tersebut, apakah masih dalam kategori rasm imla’I atau sudah di sempurnakan ke dalam bentuk rasm ustmani.

Setelah menentukan rasm, mahasiswa akan meneliti terkait qiraat apa saja yang ada dalam mushaf tersebut. Langkah pertama dalam meneliti qiraat, dosen pembimbing mengarahkan mahasiswa untuk memasuki web Corpus Quranicum untuk memudahkan mahasiswa dalam menentukan qiraat. Setelah itu, Mahasiswa mulai menentukan ayat-ayat khusus yang sesuai dalam memudahkan penentuan qiraat dan memasukkan data terkait ayat yang dicari kemudian akan muncul ayat tersebut dengan beberapa imam qiraat yang memiliki bacaan yang beragam. Proses validasi dalam penentuan qiraat ini dilakukan dengan mengambil tiga sampel yakni dalam salah satu ayat pada setiap juz bagian awal, tengah, dan akhir.

Terakhir yakni khat, penentuan khat merupakan proses yang paling mudah diantara rasm dan qiraat. Penentuan khat dilakukan dengan melihat tulisan atau teks al-Qur’an kira-kira memiliki kesamaan dengan salah satu dari macam-macam khat atau tidak. Jika sekiranya terdapat kesamaan maka akan di validasi dengan cara melihat keseuaiannya dengan kaidah khat yang ada. Penelitian khat yang didapat dalam manuskrip mushaf al-Qur’an milik pakualaman ini mayoritas khat naskhi dan pada beberapa mushaf tidak termasuk kaidah khat apapun sehingga di indikasi sebagai mushaf pembelajaran pada masanya.