MENGISI BORANG FIBAA, PRODI IAT UIN YOGYAKARTA BERSIAP MASUK STANDAR DUNIA

Sejak Jum'at sore 21-24 Mei 2021, empat prodi dari Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga ( yakni prodi Ilmu al-Qur;an dan Tafsir, Prodi Agama dan Filsafat Islam, prodi Ilmu Hadis, dan Prodi Studi Agama-agama) mencurahkan konsentrasi untuk mengisi borang akreditasi FIBAA.
FIBAA sendiri adalah lembaga akreditasi internasional berbasis di Jerman yang sudah mendapat pengakuan oleh EEQAR (European Quality Assurance Register for Higher Education). Berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud no. 83/P/2020, lembaga yang terakreditasi oleh FIBAA yang diakui EQAR ini maka otomatis juga akan diakui oleh Kementerian Pendidikan Indonesia.
Inilah yang hendak dikejar oleh prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga. Setelah pada tahun 2018 prodi ini meraih sertifikat level Asia Tenggara (AUN-QA), Akreditasi BAN PT level nasional juga mendapat akreditasi A, maka tahap selanjutnya adalah naik ke level yang lebih tinggi. Level dunia.
Selama empat hari tersebut, dengan dipandu oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga, prodi IAT mengisi borang akreditasi borang FIBAA.
"Ada lima kriteria yang harus diisi dalam borang akreditasi FIBAA ini. Masing-masing memeliki sejumlah sub-kriteria yang bervariasi tingkat kedetailan data yang diminta," kata Ali Imron, Pengelola Prodi IAT UIN Yogyakarta.
Dalam kesempatan ini, pengelola prodi IAT uin Jogja juga belajar tentang bagaimana standar pendidikan yang diakui oleh negara-negara di Eropa. Bahkan beberapa istilah teknis yang dipakai di borang FIBAA memiliki makna berbeda dengan arti yang ada di Indonesia.
Misalnya istilah "Modul" yang di Indonesia sering diartikan sebagai buku pegangan dalam pelajaran tertentu. Di borang FIBAA ternyata yang dimaksud bukan itu. Setelah dicari diinternet, ternyata dalam sistem pendidikan tinggi eropa, modul maksudnya adalah semacam "konsorsium" beberapa mata kuliah yang disediakan untuk mencapai tujuan pendidikan pada sebuah program studi.
Mungkin satu atau dua tahun ke depan, borang akreditasi ini akan disubmit untuk dinilai oleh tim dari FIBAA.
Di Indonesia, kampus yang sudah terakreditasi FIBAA hanya baru Unair, yakni prodi ilmu hukum, psikologi, dan magister linguistik. Kalau nanti UIN Jogja berhasil, maka akan jadi yang kedua di Indonesia. Namun untuk kampus di bawah kemenag, UIN Jogja akan jadi yang pertama.
Saking seriusnya, pihak LPM sekali organizer sampai membagikan dopping vitamin C dan multivitamin. Entah nanti hasilnya bagaimana. Kita tawakkal dan berdoa saja lah. Yang penting sudah berusaha. Bismillah..