Dosen UIN Sunan Kalijaga Teliti Manuskrip Okultisme Islam di KU Leuven Belgia

LEUVEN – Asep Nahrul Musadad, dosen Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tengah menjalani program research traineeship di KU Leuven, Belgia. Program yang berlangsung dari 2 Februari hingga 2 Juli 2026 ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara UIN Sunan Kalijaga dan KU Leuven melalui beasiswa Erasmus+.

Selama di sana, Asep berada di bawah penyeliaan Prof. Umar Ryad di Faculteit Letteren untuk mempertajam metodologi riset disertasinya. Fokus penelitiannya tergolong unik, yakni mengkaji materi Al-Qur’an dalam literatur ilmu-ilmu okultis Islam (Islamicate Occult Sciences). Secara khusus, ia membedah karya Ghāyat al-Ḥakīm dari abad ke-10 dan Corpus Bunianum dari abad ke-13 sd. ke-17.

Selama periode 2 Februari hingga 2 Juli 2026, Asep Nahrul Musadad, salah satu dosen di Prodi IAT UIN Sunan Kalijaga dan mahasiswa doktoral di kampus yang sama, akan menjalani program research traineeship di Arabistek en Islamkunde, Faculteit Letteren, KU Leuven, Belgia. Program ini adalah bagian dari nota kesepahaman yang disponsori beasiswa Erasmus+ untuk mendukung kolaborasi akademik antara KU Leuven dan UIN Sunan Kalijaga melalui skema Kerjasama Internasional (dibawah langsung International Office dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga) yang menjadi mitra resmi KU Leuven di luar benua Eropa dalam kolaborasi yang didukung Erasmus+ tersebut.

Selama berada di KU Leuven, Asep berkantor di Faculteit Letteren bersama 2 kolega lain asal Indonesia yang tengah menempuh studi doktoral di kampus tersebut. Ia menjalani penyeliaan riset disertasi bersama Prof. Umar Ryad, seorang profesor dalam studi Islam dan Arab. Penyeliaan ini membuka ruang diskusi intensif dan memperluas perspektif metodologis dalam penelitian yang sedang dijalankan. Melalui program ini, Asep memfokuskan penelitiannya pada topik disertasi yang mengkaji materi al-Qur’an dalam literatur ilmu-ilmu okultis (Islamicate Occult Sciences) dengan fokus kajian atas Ghāyat al-Ḥakīm karya Maslamah al-Qurṭubī (w. 964 M) dan Corpus Bunianum (korpus yang dinisbatkan kepada Ahmad al-Būnī dari abad ke-13 M).

Guna memperkuat datanya, Asep melakukan investigasi manuskrip di berbagai perpustakaan penting di Eropa, termasuk di Leuven, Leiden, dan Paris. Selain riset mandiri, ia aktif dalam jejaring akademik internasional dengan menghadiri konferensi bergengsi, seperti konferensi tentang Islamofobia di Leuven dan KNOW Workshop di Ghent University.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas personal Asep, tetapi juga memperkuat peta jalan kolaborasi internasional dan merealisasikan peta riset Prodi IAT UIN Sunan Kalijaga.

- Findah Ariyani