Peneliti UIN Sunan Kalijaga Lacak Koleksi Pribadi Joseph Schacht di Perpustakaan Univ. Kebangsaan Malaysia
Joseph Schacht adalah seorang sarjana Barat yang terkemuka dalam bidang hukum Islam, terutama dikenal karena karyanya yang kritis tentang fiqh (jurisprudensi Islam) dan hadith. Lahir pada tahun 1902 di Jerman, Schacht menjadi salah satu orientalis paling berpengaruh dalam studi Islam di abad ke-20.
Kontribusi paling terkenal Schacht adalah bukunya yang berjudul "The Origins of Muhammadan Jurisprudence" (1950), di mana ia memperkenalkan apa yang dikenal sebagai "Teori Projecting Back." Teori ini menantang pandangan tradisional Muslim mengenai perkembangan awal hukum Islam dan hadith. Schacht berpendapat bahwa pengumpulan hadith (tradisi Nabi) dimulai jauh lebih lambat daripada yang diyakini oleh umat Muslim, dan bahwa banyak hadith yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad sebenarnya dibuat pada abad kedua dan ketiga Islam untuk mendukung putusan hukum.
Salah satu klaim kontroversialnya adalah bahwa hukum Islam tidak sepenuhnya terbentuk pada masa Nabi Muhammad, tetapi berkembang selama berabad-abad setelahnya. Metodologinya melibatkan analisis isnads (rantai transmisi) dalam hadith untuk menentukan keandalan historisnya. Karyanya telah menjadi referensi penting dalam studi akademis tentang hukum Islam, meskipun mendapat kritik dari para ulama tradisional yang membela narasi tradisional mengenai asal-usul hukum Islam.
Pada hari Rabu, 9 Oktober 2024, rombongan dari UIN Sunan Kalijaga mengunjungi Perpustakaan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Rombongan ini dipimpin oleh Ali Imron, Kepala Program Studi Ilmu Tafsir, dan terdiri dari empat dosen serta satu mahasiswa. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian riset kolaboratif antara Program Studi Ilmu Tafsir UIN Sunan Kalijaga dengan Pusat Pengkajian Sunnah UKM Malaysia.
Dalam acara ini, turut hadir Dr. Phil Mu'ammar Zayn Qadafi, Fitriana Firdausi, M.Hum., Ahmad Yafiq, MA (semuanya adalah dosen tafsir UIN Sunan Kalijaga), dan Siti Bazeegha, mahasiswa tafsir dari kampus tersebut.
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah bagian arsip di lantai enam perpustakaan UKM Malaysia, yang menyimpan koleksi buku pribadi milik mendiang Joseph Schacht. Koleksi tersebut terdiri dari ribuan buku berbahasa Arab, Inggris, Jerman, dan Perancis, yang menjadi salah satu harta karun dalam kajian Islam.
Puan Maslia Manshor, petugas perpustakaan yang menjadi pemandu, menjelaskan bahwa pihak perpustakaan sangat mengharapkan agar koleksi Joseph Schacht ini dapat diteliti oleh para peneliti dari Indonesia maupun Malaysia. "Koleksi ini terletak di lantai enam, berdampingan dengan koleksi manuskrip Al-Qur'an, tafsir, dan hikayat-hikayat dari dunia Melayu, termasuk Aceh. Namun, koleksi ini hanya boleh dibaca di tempat dan tidak boleh dipinjam. Koleksi pribadi Joseph Schacht kami dapatkan beeberapa tahun setelah beliau meinggal, kami beli." tuturnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama penelitian antara kedua institusi dan memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk mengakses sumber-sumber yang berharga dalam studi Islam.