Rabu, 13 Desember 2017 12:59:37 WIB Dilihat : 112 kali

Selasa, 12 Desember 2017, dalam rangkaian agenda Mizan Goes To Campus yang telah berlangsung sejak Senin (11/12) di UIN Sunan Kalijaga, Laboratorium Studi Qur’an Hadis (LSQH) bekerja sama dengan Penerbit Mizan mengadakan sebuah acara yang bertajuk Seminar Career Path. Acara ini diselenggarakan di Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dengan tema “Membahas Seluk Beluk dan Seputar Karir di Dunia Penerbitan”. Dengan menghadirkan dua pembicara, Salman Faridi dan Dr. Saifuddin Zuhri, M.A yang cukup kompeten di bidang kepenulisan dan penerbitan, menjadikan seminar ini mendapat antusias yang lebih dari para audiens yang hadir.

Narasumber pertama, Salman Faridi, merupakan CEO Penerbit Bentang Pustaka Yogyakarta. Dalam penyampaiannya, beliau banyak memaparkan tentang proses lahir dan berkembangnya berbagai penerbit buku di Indonesia, seperti LKiS dan yang lainnya. Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa dalam konteks sekarang ini, di mana media-media sosial banyak bermunculan, menjadi salah satu pemicu dalam lahirnya karya-karya yang diterbitkan. “Banyak tulisan-tulisan di wattpad, twitter, facebook, dan media sosial lainnya, yang kemudian diterbitkan oleh suatu penerbit dan menjadi menarik sehingga memberikan keuntungan bagi penerbit tersebut” terang beliau.

Tidak kalah menariknya, Narasumber kedua, Dr. Saifuddin Zuhri, merupakan editor Penerbit Pustaka Pelajar, sekaligus juga berperan dalam Divisi Penelitian dan Penerbitan di LSQH UIN Sunan Kalijaga. Pemaparan yang beliau sampaikan tidak jauh berbeda dengan apa yang dijelaskan oleh narasumber sebelumnya. Dalam kesempatannya, Saifuddin memulai dengan menceritakan pengalaman beliau yang sudah aktif berperan dalam dunia penerbitan sejak masih duduk di bangku perkuliahan. Beliau mengatakan bahwa dari hasil kerja di penerbitan tersebutlah beliau mampu melangsungkan hidupnya ketika masih kuliah. “Terus terang saja, salah satu sumber keuangan saya, baik itu makan, uang kuliah, dan yang lainnya ya dari hasil kerja di penerbitan ini, padahal saya hanya mengedit tulisan-tulisan yang ada kemudian saya terbitkan” jelas beliau.

Di penghujung sesi, kedua narasumber tersebut tidak lupa memberikan semacam motivasi kepada para audiens yang hadir untuk mulai menulis dan mencoba untuk mempublikasikannya. “Sekarang ini media-media sudah banyak sekali, justru jumlah penulis yang sedikit, maka itu kesempatan bagi kita utuk mengisi media-media tesebut, mulai lah dengan tulisan-tulisan sederhana di kelas, seperti respon paper, refleksi, dan sejenisnya. Istiqomahkanlah menulis, di media manapun itu, baik di blog, twitter, facebook dan sebagainya.” pinta Saifuddin. “Saat ini banyak sekali penulis-penulis yang berangkat dari tulisan-tulisan sederhana mereka di berbagai sosial media, seperti misalnya Prof. Nadirsyah Hosen yang menulis buku dari tulisan-tulisan beliau di twitter dan facebook. Jadi sekarang, manfaatkanlah media-media yang ada dengan baik dan cerdas.” sambung Salman. (Muhammad Alan Juhri)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom